Wakafku Bisa Untuk Keluargaku
Amazing People… Jumpa lagi di artikel edukasi wakaf…
Kali ini kita bahas tentang wakaf untuk keluarga, maksudnya gimana ya??
Berdasarkan ilmu fikih, wakaf dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :
Wakaf Bersama (musytarak), yaitu membagi hasil pengelolaan wakaf untuk keturunan wakif dan sebagian lagi untuk kepentingan umum. Contohnya jika seseorang mewakafkan sawah, dengan menetapkan hasil panen 50% untuk keluarganya dan 50% untuk fakir miskin.
Wakaf Umum (khairi), yaitu wakaf yang diperuntukkan kalangan umum. Contohnya seperti wakaf masjid yang dibangun untuk masyarakat luas.
Wakaf Khusus (ahli) bisa disebut dengan wakaf dzurri/wakaf keluarga. Yaitu hasil pegelolaan wakaf khusus hanya untuk individu yang memiliki hubungan kekeluargaan oleh wakif. Contohnya wakaf pemakaman keluarga.
Nah wakaf untuk keluarga adalah termasuk kedalam wakaf ahli. Landasan hukum wakaf ahli terdapat pada hadits Rasulullah ﷺ yaitu ketika Abu Thalhah yang mewakafkan kebun Bairuha, kebun yang berisi pohon kurma yang sangat ia cintai. Saat Allah SWT menurunkan firmanNya
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai.” (QS. Ali Imran: 92)
Abu Thalhah mendengar ayat ini. Beliaupun menemui Rasulullah ﷺ dan menyampaikan hajatnya, “Ya Rasulullah, Allah berfirman, ’Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai’. Sementara harta yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha. Ini saya sedekahkan untuk Allah. Saya berharap dapat pahala dan menjadi simpananku di sisi Allah. Silahkan manfaatkan untuk kemaslahatan umat.”
Kemudian Rasulullah ﷺ menyambut keinginan Abu Thalhah,
بَخْ ، ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ ، ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ ، وَقَدْ سَمِعْتُ مَا قُلْتَ وَإِنِّى أَرَى أَنْ تَجْعَلَهَا فِى الأَقْرَبِينَ
“Luar biasa, itu kekayaan yang untungnya besar… itu harta yang untungnya besar. Saya telah mendengar apa yang anda harapkan. Dan saya menyarankan agar manfaatnya diberikan kepada kerabat dekat.”
Betapa tingginya keimanan dan ketaqwaan Abu Thalhah ia mendengar akan ayat Allah, terus dia berkejaran menemui Rasulullah untuk menginfaqkan hartanya pada jalan Allah, tanpa berfikir untuk kali kedua atau tanpa perlu berbincang dengan keluarganya. Begitu hebat keyakinan para sahabat terhadap janji-janji Allah yang tidak ada keraguan padanya.
Maka, wakaf ahli bisa menjadi pilihan saat kamu ingin berwakaf yang manfaatnya bisa dirasakan oleh anak keturunan kita kelak. Salahsatu contoh wakaf keluarga adalah pemakaman khusus keluarga Bapak X, misalnya.
Namun, untuk manfaat yang lebih luas, kamu bisa memilih wakaf musytarak, dimana manfaat wakaf yang akan dirasakan oleh kepentingan umat dan kesejahteraan keluarga.
Nah inilah keutamaan wakaf dibandingkan amal sedekah lainnya. Sangat luar biasa kan Amazing People? Kamu ingin wakaf untuk keluarga? Silahkan klik tombol “DONASI” sekarang juga..
See you next article, Amazing People….
Komentar